TAHAPAN PENGORGANISASIAN DALAM KEPEMIMPINAN
oleh: Hanafi Anshory, S.Pd.I,. M.Pd (Ketua PD Pemuda PERSIS Kab Bandung)
- Landasan Al-Qur’an
Allah berfirman:
إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka bangunan yang kokoh.” [1]
Ayat ini adalah dalil utama tentang pentingnya kerapian barisan. Pengorganisasian dalam jam’iyah analog dengan meluruskan shaf sebelum shalat: memastikan tidak ada celah, tidak ada ego yang menonjol, dan tidak ada ketidakteraturan yang mengganggu keserasian gerakan.
2. Landasan Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (سَوُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ).
Dari Anas ra., dari Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Luruskanlah saf-saf kalian, karena sesungguhnya meluruskan saf termasuk bagian dari menegakkan salat.”[2]
Hadis lain menggambarkan:
عَنْ أبي هريرة عن رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم. فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا. وَقَالَ "أَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلَاةِ. فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلَاةِ".
Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah ﷺ, beliau menyebutkan beberapa hadis darinya, dan bersabda: "Dirikanlah barisan dalam salat, karena sesungguhnya menegakkan barisan termasuk bagian dari kesempurnaan salat." [3]
3. Syarah Ulama
Imam An-Nawawi menjelaskan:
قَوْلُهُ ﷺ: (أَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلَاةِ) أَيْ سَوُّوهُ وَعَدِّلُوهُ وَتَرَاصُّوا فِيهِ. قَوْلُهُ ﷺ: (لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ) قِيلَ مَعْنَاهُ يَمْسَخُهَا وَيُحَوِّلُهَا عَنْ صُوَرِهَا، وَقِيلَ يُغَيِّرُ صِفَاتِهَا، وَالْأَظْهَرُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ أَنَّ مَعْنَاهُ يُوقِعُ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ وَاخْتِلَافَ الْقُلُوبِ، كَمَا يُقَالُ: تَغَيَّرَ وَجْهُ فُلَانٍ عَلَيَّ، أَيْ ظَهَرَ لِي مِنْ وَجْهِهِ كَرَاهَةٌ لِي، وَتَغَيَّرَ قَلْبُهُ عَلَيَّ، لِأَنَّ مُخَالَفَتَهُمْ فِي الصُّفُوفِ مُخَالَفَةٌ فِي ظَوَاهِرِهِمْ، وَاخْتِلَافُ الظَّوَاهِرِ سَبَبٌ لِاخْتِلَافِ الْبَوَاطِنِ.
Sabda Nabi ﷺ: “Tegakkanlah shaf dalam shalat”, maksudnya luruskan, rapatkan, dan sejajarkanlah. Sabda beliau ﷺ: “Sungguh kalian harus meluruskan shaf-shaf kalian, atau Allah benar-benar akan menjadikan wajah-wajah kalian saling berselisih.” Dikatakan: maknanya adalah Allah akan mengubah rupa wajah-wajah mereka. Ada pula yang mengatakan mengubah sifat-sifatnya. Yang lebih jelas—wallāhu a‘lam—maknanya adalah Allah akan menimbulkan permusuhan, kebencian, dan perpecahan hati di antara kalian. Sebagaimana dikatakan: “Wajah si fulan berubah terhadapku,” maksudnya tampak kebencian dari raut wajahnya. Karena perbedaan dalam shaf adalah perbedaan dalam lahiriah, dan perbedaan lahiriah menjadi sebab perbedaan batin.[4]
Tahap ini menggambarkan pentingnya struktur organisasi yang rapi, distribusi peran yang jelas, dan koordinasi internal yang kuat. Tanpa shaf yang lurus, jamaah kacau; tanpa pengorganisasian yang benar, jam’iyah rapuh.
Wallahu A'lam, hanafi anshory.
Tulisan selengkapnya dapat ditemukan pada buku "Model Kepemimpinan dalam Jam'iyah" karya Ust. H. Hamdan Abu Nabhan, Hanafi Anshory, Taufik Hidayatuddin dan Asep Sofyan Nurdin.

[1] QS. As-Saff: 4.
[2] HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, I: 254: 690.
[3] Hr. Ṣaḥīḥ Muslim, II: 30: 435. Musnad Ahmad, XIII: 495: 8157.
[4] Abū Zakariyyā Muḥyī ad-Dīn Yaḥyā bin Syaraf an-Nawawī (676 H), al-Minhāj Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim bin al-Ḥajjāj, IV: 156-157.