PRINSIP SINERGI: BANYAK ORANG BERARTI BANYAK POTENSI
oleh: Hanafi Anshory, S.Pd.I,. M.Pd (Ketua PD Pemuda PERSIS Kab Bandung)
Islam mengajarkan bahwa banyaknya manusia membawa keberkahan, bukan sekadar angka, tetapi potensi.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا.
"Wahai orang-orang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian, dan tetaplah bersiap siaga." [1]
Bekerjasamalah, berkumpullah, dan saling menguatkanlah, karena kebersamaan adalah kekuatan. Sebagaimana Imam Al-Thabari atas ayat tersebut beliau menegaskan:
اِصْبِرُوا عَلَى دِينِكُمْ، وَصَابِرُوا الْكُفَّارَ، وَرَابِطُوهُمْ.
"Bersabarlah kalian dalam memegang teguh agama kalian, kuatkanlah kesabaran dalam menghadapi orang-orang kafir, dan tetaplah bersiaga serta waspadalah terhadap mereka." [2]
عن ابنِ عَبَّاسٍ، قال: قال رَسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: "يَدُ اللهِ مَعَ الجَماعةِ".
Dari Ibnu ‘Abbās, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Tangan (pertolongan) Allah bersama jamaah.”[3]
Karena jamaah mengumpulkan akal dan pendapat, mencegah kesalahan, dan menambah kekuatan serta pertolongan. Sebagaimana Imam Al-Mubarakfuri menjelaskan:
قَوْلُهُ: «يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ»، وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ عُمَرَ الْمُتَقَدِّمَةِ: «عَلَى الْجَمَاعَةِ». قَالَ فِي النِّهَايَةِ: أَيْ أَنَّ الْجَمَاعَةَ الْمُتَّفِقَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ فِي كَنَفِ اللَّهِ وَوِقَايَتِهِ فَوْقَهُمْ، وَهُمْ بَعِيدُونَ مِنَ الْأَذَى وَالْخَوْفِ وَالْأَذَى وَالِاضْطِرَابِ، فَإِذَا تَفَرَّقُوا زَالَتِ السَّكِينَةُ، وَأَوْقَعَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ، وَفَسَدَتِ الْأَحْوَالُ.
Maksud sabda beliau “Tangan Allah bersama jamaah”, dan dalam riwayat Ibnu ‘Umar yang telah disebutkan sebelumnya digunakan redaksi “di atas jamaah”. Dijelaskan dalam kitab An-Nihāyah, yakni bahwa jamaah yang bersatu dari kalangan kaum Muslimin berada dalam lindungan dan perlindungan Allah, pertolongan-Nya menaungi mereka, sehingga mereka terjaga dari gangguan, rasa takut, bahaya, dan kegoncangan. Namun apabila mereka berpecah belah, maka ketenangan akan lenyap, kekuatan mereka akan saling menimpa satu sama lain, dan keadaan pun menjadi rusak.[4]
Pelajaran Jam’iyah
1) Semakin banyak anggota, semakin besar potensi keilmuan, ide, dan tenaga.
2) Manajemen jamaah adalah seni mengubah jumlah menjadi kekuatan.
3) Sinergi adalah ruh organisasi Islam.
Wallahu A'lam,
Tulisan selengkapnya dapat ditemukan pada buku "Model Kepemimpinan dalam Jam'iyah" karya Ust. H. Hamdan Abu Nabhan, Hanafi Anshory, Taufik Hidayatuddin dan Asep Sofyan Nurdin.

[1] QS. Ali ‘Imran 3:200.
[2] Abū Ja‘far, Muḥammad bin Jarīr aṭ-Ṭabarī (224–310 H), Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. VI: 332. Dār at-Tarbiyah wa at-Turāṯ.– Makkah al-Mukarramah. 24 Juz.
[3] HR. Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, IV: 241: 2306, dinilai hasan gharib. Ibnu Hibban, Shahih Ibn Hibban, II: 320: 1420.
[4] Abū al-‘Alā’ Muḥammad ‘Abd ar-Raḥmān bin ‘Abd ar-Raḥīm al-Mubārakfūrī (1353 H), Tuhfat al-Aḥwadzī bi Syarḥ Jāmi‘ at-Tirmidzī, VI: 323. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah – Beirut, tt. 10 Jilid.