PEMIMPIN JAM'IYAH HARUS PAHAM ARAH PERJUANGAN, BUKAN SEKEDAR MEMIMPIN ORGANISASI

7 Agt 2026

KRITERIA PEMIMPIN JAMAAH

1. Maqra’ dalam shalat

Maqra’ adalah tempat imam memulai bacaan. Imam harus tahu ayat apa yang cocok, kapan berhenti, kapan melanjutkan, dan bagaimana menutupnya.

Kesalahan maqra’ dapat membuat jamaah bingung.

2. Maqra’ dalam perjuangan

Dalam konteks jam’iyah, “maqra’” adalah:

· arah perjuangan,

· tahap perjalanan organisasi,

· titik fokus prioritas,

· peta jalan menuju visi.

Pemimpin jam’iyah harus paham maqra’ agar:

· tidak membuka ayat perjuangan yang salah,

· tidak salah memulai langkah,

· tidak menutup program sebelum waktunya,

· tidak memimpin dengan urutan yang kacau.

3. Imam yang salah maqra’ melahirkan kebingungan

Jika imam membaca ayat yang tidak sesuai momentum, jamaah kehilangan rasa tenang. Jika pemimpin jam’iyah salah menentukan orientasi, organisasi kehilangan arah.

Pemimpin yang Shahih untuk Jamaah yang Kokoh. Dalam shalat, kualitas imam menentukan kualitas jamaah. Dalam jam’iyah, kualitas pemimpin menentukan kualitas perjuangan.

Kriteria imam—ilmu, amanah, ketakwaan, kemampuan, dan kebijaksanaan—adalah cermin dari kriteria pemimpin jam’iyah. Pemimpin yang salah akan merusak shaf. Pemimpin yang tepat akan menguatkan barisan.

Wallahu A'lam, hanafi anshory.

Tulisan selengkapnya dapat ditemukan pada buku "Model Kepemimpinan dalam Jam'iyah" karya Ust. H. Hamdan Abu Nabhan, Hanafi Anshory, Taufik Hidayatuddin dan Asep Sofyan Nurdin.