BUKAN SEKEDAR BACAAN INDAH: KETERAMPILAN YANG WAJIB DIMILIKI SEORANG IMAM
KRITERIA PEMIMPIN JAMAAH
Dalam shalat, kualitas kepemimpinan imam tercermin dari kualitas bacaannya. Namun makna “bacaan” di sini juga mengandung metafora kepemimpinan.
1. Membaca dengan benar: representasi ketepatan langkah
Bacaan yang benar menunjukkan:
· kompetensi,
· ketelitian,
· profesionalitas.
Kesalahan imam dapat membatalkan shalat makmum atau mengacaukan kekhusyukan mereka. Demikian pula pemimpin jam’iyah, kesalahannya berdampak pada seluruh struktur.
2. Membaca dengan bijak: menyesuaikan panjang bacaan dengan kondisi
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ بِالنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ، فَإِنَّ فِيهِمُ الضَّعِيفَ، وَالسَّقِيمَ، وَالْكَبِيرَ، وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ.
Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian shalat bersama orang banyak, hendaklah ia mempercepat (shalatnya), karena di antara mereka ada yang lemah, sakit, dan tua. Namun apabila salah seorang shalat untuk dirinya sendiri, hendaklah ia memanjangkan (shalatnya) sesuai kehendaknya." [1]
Ini adalah prinsip kepemimpinan yang sangat relevan:
· pemimpin harus memahami kondisi anggotanya,
· tidak memforsir di luar kemampuan,
· menyesuaikan beban sesuai kapasitas jamaah,
· peka terhadap situasi sosial.
3. Membaca dengan menenangkan: menghadirkan rasa aman
Imam yang baik membuat jamaah merasa tenang, yakin, dan terarah. Imam adalah penjaga hati jamaah. Demikian pula pemimpin jam’iyah harus menciptakan atmosfer yang menenangkan, bukan menakut-nakuti atau membuat resah.
Wallahu A'lam, hanafi anshory.
Tulisan selengkapnya dapat ditemukan pada buku "Model Kepemimpinan dalam Jam'iyah" karya Ust. H. Hamdan Abu Nabhan, Hanafi Anshory, Taufik Hidayatuddin dan Asep Sofyan Nurdin.

[1] HR. Mālik ibn Anas (93 – 179 H), . Muwatta’ al-Imām Mālik: I: 132: 336. Mu’assasat ar-Risālah – Bayrūt. Cet.ke-1, 1412 H – 1991 M. 2 jilid. Ahmad, Al-Musnad, XIV: 207: 10305. Mu’assasat ar-Risālah. Cet.ke-1, 1421 H – 2001.