MEKANISME KOREKSI KEPEMIMPINAN DALAM SYARIAT*
oleh: Hanafi Anshory, S.Pd.I,. M.Pd (Ketua PD Pemuda PERSIS Kab Bandung)
Koreksi dalam kepemimpinan bukanlah pemberontakan, bukan pula pelecehan, melainkan amar ma’ruf yang terukur.
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.
"Saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." [1]
Tafsir At-Thabari:
وَقَوْلُهُ (وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ)، يَقُولُ: وَأَوْصَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِلُزُومِ الْعَمَلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ مِنْ أَمْرِهِ، وَاجْتِنَابِ مَا نَهَى عَنْهُ فِيهِ.
Adapun firman-Nya: “dan mereka saling menasihati dalam kebenaran”, maksudnya adalah bahwa sebagian mereka menasihati sebagian yang lain agar tetap berpegang teguh untuk mengamalkan apa yang Allah turunkan dalam Kitab-Nya berupa perintah-perintah-Nya, serta menjauhi apa yang telah Dia larang di dalamnya.
وَقَوْلُهُ (وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)، يَقُولُ: وَأَوْصَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِالصَّبْرِ عَلَى الْعَمَلِ بِطَاعَةِ اللَّهِ.
Adapun firman-Nya: “dan mereka saling menasihati dalam kesabaran”, maksudnya adalah bahwa sebagian mereka menasihati sebagian yang lain agar bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. [2]
Mekanisme Islam: Tasbih Jamaah sebagai Analogi Organisasi. Prinsip “tasbih dalam shalat” dapat menjadi model koreksi:
- Tidak kasar —agar tidak membuat fitnah dan kegaduhan.
- Langsung pada substansi —bukan pada pribadi.
- Mengembalikan imam kepada aturan (syariat dan QA-QD jam’iyah).
- Setelah itu, kembali rapi mengikuti imam —tidak membiarkan jamaah terpecah.
Wallahu A'lam, hanafi anshory.
*Tulisan selengkapnya dapat ditemukan pada buku "Model Kepemimpinan dalam Jam'iyah" karya Ust. H. Hamdan Abu Nabhan, Hanafi Anshory, Taufik Hidayatuddin dan Asep Sofyan Nurdin.
[1] QS. Al-‘Asr 103: 3.
[2] Abū Ja‘far, Muḥammad bin Jarīr aṭ-Ṭabarī (224–310 H), Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. XXIV: 614. Dār at-Tarbiyah wa at-Turāṯ.– Makkah al-Mukarramah. 24 Juz.