KEDERMAWANAN YANG MEREKATKAN JAMAAH, PELAJARAN KEPEMIMPINAN UTSMAN BIN AFFAN RA.

11 Jun 2026

a. Landasan Qur’ani

Allah memuji orang yang mendahulukan pemberian dan ketulusan:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ.

Mereka lebih mengutamakan (orang lain) daripada diri mereka sendiri, sekalipun mereka sendiri butuh. [1]

b. Kedermawanan Utsman bin ‘Affan ra.

Rasulullah ﷺ bersabda tentang Utsman saat ia menginfakkan sumur Rūmah:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ، قَالَ: جَاءَ عُثْمَانُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِأَلْفِ دِينَارٍ - قَالَ الحَسَنُ بْنُ وَاقِعٍ: وَكَانَ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ مِنْ كِتَابِي، فِي كُمِّهِ - حِينَ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ فَنَثَرَهَا فِي حِجْرِهِ. قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ: فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يُقَلِّبُهَا فِي حِجْرِهِ وَيَقُولُ: «‌مَا ‌ضَرَّ ‌عُثْمَانَ ‌مَا ‌عَمِلَ ‌بَعْدَ ‌اليَوْمِ مَرَّتَيْنِ»: «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ»

Dari ‘Abdurraḥmān bin Samurah ra. berkata: ‘Utsmān datang kepada Nabi ﷺ dengan membawa seribu dinar. Al-Ḥasan bin Wāqi‘ berkata: dan pada tempat lain dalam kitabku disebutkan bahwa (uang itu berada) di lengan bajunya, ketika ia mempersiapkan Pasukan al-‘Usrah (pasukan pada masa kesulitan). Lalu ia menumpahkannya ke pangkuan Nabi ﷺ. ‘Abdurraḥmān berkata: Maka aku melihat Nabi ﷺ membolak-balikkan dinar-dinar itu di pangkuannya seraya bersabda: “Tidak akan membahayakan ‘Utsmān apa pun yang ia lakukan setelah hari ini.” Beliau mengucapkannya dua kali. (Hadis ini adalah hadis hasan lagi gharib melalui jalur ini)[2]

Ini adalah bentuk pengakuan Nabi ﷺ atas ketulusan dan pengorbanannya.

c. Pelajaran bagi Jam’iyah

· Jam’iyah tidak hanya butuh tegas (Umar) atau lembut (Abu Bakar), tetapi juga butuh pemberi.

· Pemimpin harus menumbuhkan budaya tasāmuḥ, infāq, dan pengorbanan sebagai perekat organisasi.

· Kedermawanan bukan hanya materi, tetapi ketulusan hati. Wallahu A'lam. hanafi anshory.

Tulisan selengkapnya dapat ditemukan pada buku "Model Kepemimpinan dalam Jam'iyah" karya Ust. H. Hamdan Abu Nabhan, Hanafi Anshory, Taufik Hidayatuddin dan Asep Sofyan Nurdin.


[1] QS. al-Hasyr: 9.

[2] HR. at-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, V: 262: 3701.