BAHAYA HARTA
oleh: Ami Halimi (Bid. Dakwah PD Pemuda PERSIS Kab Bandung)
Harta itu memiliki kebencanaan dan kerusakan terhadap agama (diiniyyah) dan dunia (dunyawiyyah). Adapun, bahaya harta terhadap agama (diiniyyah) ada tiga, yaitu:
- Akan menyeret ke dalam kemaksiatan (Tahdzib Al-Akhlak, Abdul Hamid Hakim)
Sesungguhnya syahwat itu ada persaingan, sementara ketidak mampuan dapat menghalangi antara seseorang dengan kemaksiatannya, maka setiap kali manusia melemah dari dorongan berbuat maksiat, maka pendorongnya itu tidak akan bergerak, apabila pendorongnya itu kuat, maka kuatlah untuk berbuat maksiat, dan harta adalah salah satu macam pendorong untuk berbuat maksiat dan dosa, seperti halnya orang berjudi, karena punya harta, berzina karena punya harta, memiliki hp karena punya harta, memiliki kuota, karena banyak harta, sogok-menyogok, kerena mempunyai harta, bahkan berbuat dosa bagi si pemilik harta jauh luar biasa daripada yang tidak memiliki harta, Allah swt berfirman:
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ
Seandainya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi. (Asy-Syuuraa: 27)
Ibnu katsir berkata:
لوْ أعْطَاهُمْ فَوْق حاجتِهِمْ مِن الرِّزْقِ لحملهُمْ ذلِك على الْبغْيِ والطُّغْيانِ مِن بعْضِهِمْ على بعْضٍ أشراً وبطراً.
Kalaulah mereka diluaskan rezekinya, pastilah mereka akan berbuat kerusakan juga melampaui batas dalam keadaan sombong dan angkuh (Tafsir Ibnu katsir)
Ibnu Abbas berkata:
بغْيُهُمْ طَلَبُهُمْ مَنْزِلَةً بعْد منْزِلةٍ ودابّةً بعْد دابّةٍ ومرْكبًا بعْدَ مرْكبٍ وملْبسًا بعْد ملْبسٍ.
Melampaui batas maksudnya menginginkan rumah setelah memiliki rumah, menginginkan kendaraan setelah memiliki kendaraan, mengingkan pakaian setelah memiliki pakaian dst (Tafsir Al-qurthubi)
Makanya, Nabi saw bersabda:
لوْكان لِابْنِ آدم وادِيانِ مِنْ ذهبٍ لابْتغى إِلَيْهِما ثالِثا
Kalaulah anak adam (manusia) memiliki dua gunung emas, maka ia menginginkan yang ketiganya dst sehingga dia wafat (At-Tirmidzi)
Ada pelajaran yang berharga dari ungkapan sebagai berikut:
لَو جعلْناهُمْ سوَاءً فِي الْمالِ لما انْقاد بَعْضُهُمْ لِبعْضٍ
Kalaulah Allah swt menjadikan manusia sama dari segi hartanya, maka pastilah sebagiannya akan sejajar dengan yang lain (tidak akan ada kesombongan, tida akan ada ketimpangan) (Tafsir AL-qurthubi)
Bahkan, Nabi saw memberikan warning yang keras terhadap perkara harta:
عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ.
Dari kaáb bin Iyyadh berkata: Aku mendengar Nabi saw bersabda: “sesungguhnya setiap ummat itu memiliki ujiannya dan ujian terhadap umatKu adalah harta (HR At-Tirmidzi)
Imam Al-Mubarakfuri memberikan penjelasan terhadap hadits ini sebagai berikut:
لِأنّهُ يشْغلُ الْمالُ عنِ الْقِيامِ بِالطّاعةِ وينْسي الْاَخِرة
Karena sesungghunya harta itu dapat menyibukan pemiliknya dari menegakkan ketaátan dan melupakan akhirat (Tuhfah Al-Ahwadzi)
Izzuddin dalan kitabnya At-Tanwir Syarah Al-Jami Ash-Shaghir memperjelas bahayanya harta:
لِأنّهُ يُثِيْرُ بيْنهُمُ الْعَداواتِ والْحُرُوْب ويُلْهِيْهِمْ عنِ الْآخِرةِ
Karena harta dapat menyebabkan peperangan dan permusuhan serta melalaikan akhirat
Lebih dikuatkan lagi oleh Al-Qadhi dalam kitab faidhul qadir:
أراد بِالْفِتْنةِ الضّلالُ والْمعْصِيةُ
Yang dimaksud dengan fitnah harta adalah dapat menyesatkan dan mendorong berbuat kemaksiatan
Sekian dulu,,, walhamdulillah,,,,